Industri manufaktur memiliki berbagai potensi bahaya lingkungan kerja dan risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan serta kesehatan pekerja. Permasalahan yang ditemukan pada Divisi Alat Berat PT X mencakup paparan faktor fisik berupa kebisingan, suhu tinggi, dan pencahayaan yang belum sepenuhnya terkendali, serta kondisi sistem proteksi kebakaran aktif yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas lingkungan kerja dan kesiapan fasilitas perlindungan kebakaran aktif di Divisi Alat Berat PT X. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan analisis data hasil pengukuran pihak ketiga pada tiga area produksi utama, yaitu fabrikasi, assembling, dan painting, yang dipilih berdasarkan tingkat potensi bahaya fisik dan risiko kebakaran. Data dianalisis dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap regulasi yang berlaku, meliputi Permenaker Nomor 5 Tahun 2018, Permen PU Nomor 26 Tahun 2008, SNI 03-3985-2000, dan Kepmen Nomor 10/KPTS/2000. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat kebisingan berkisar 77–83,2 dBA, masih di bawah NAB 85 dBA. Suhu pada beberapa titik melebihi NAB beban kerja berat sebesar 27,5 °C, sementara kelembaban 49–54% masih berada dalam rentang standar 40–60%. Intensitas pencahayaan 201–547 lux telah melampaui batas minimum 100 lux. Evaluasi sistem proteksi kebakaran menemukan empat unit APAR terhalang material, dua unit mengalami korosi dan tekanan rendah, serta sistem hidran tidak berfungsi akibat kebocoran pipa, meskipun 25 unit alarm kebakaran berfungsi dengan baik. Simpulan penelitian menunjukkan kualitas lingkungan kerja secara umum telah memenuhi standar yang berlaku, kecuali iklim kerja pada area tertentu yang berpotensi menimbulkan heat stress, sedangkan sistem proteksi kebakaran aktif masih memerlukan perbaikan teknis dan penguatan pemeliharaan secara berkala.
Copyrights © 2026