Kesiapan praktik klinis mahasiswa keperawatan masih menjadi perhatian karena tidak semua mahasiswa profesi Ners merasa percaya diri dan siap menghadapi situasi klinis di rumah sakit. Rendahnya kesiapan praktik klinis dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan. Faktor internal yang diduga berhubungan dengan kesiapan tersebut adalah self-caring dan caring efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-caring dan caring efficacy mahasiswa Ners dengan kesiapan praktik klinis di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa profesi Ners dengan jumlah sampel 71 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Variabel independen yaitu self-caring dan caring efficacy, sedangkan variabel dependen adalah kesiapan praktik klinis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memiliki kemampuan self-caring kategori rendah sebanyak 40,8%, caring efficacy kategori sedang sebanyak 42,3%, dan kesiapan praktik klinis kategori sedang sebanyak 38,0%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self-caring dengan kesiapan praktik klinis dengan nilai p = 0,030 (p < 0,05), serta terdapat hubungan signifikan antara caring efficacy dengan kesiapan praktik klinis dengan nilai p < 0,001. Terdapat hubungan signifikan antara self-caring dan caring efficacy mahasiswa Ners dengan kesiapan praktik klinis di rumah sakit. Semakin baik kedua faktor tersebut, semakin baik kesiapan mahasiswa dalam menjalani praktik klinis.
Copyrights © 2026