Nyeri Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum terjadi pada perempuan usia produktif dengan prevalensi global berkisar antara 45–95%, dan di Indonesia sekitar 55%, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi akupresur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi akupresur terhadap penurunan nyeri dismenore. Metode yang digunakan adalah literature review dengan sumber data dari Google Scholar dan PubMed. Artikel yang dipilih merupakan publikasi tahun 2020–2025, berbahasa Indonesia dan Inggris, serta tersedia dalam bentuk full text. Kata kunci yang digunakan meliputi “remaja”, “akupresur”, “dismenore”, dan “wanita”. Hasil analisis terhadap 13 artikel menunjukkan bahwa terapi akupresur secara konsisten efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore dengan nilai signifikansi p < 0,05. Mekanisme kerja akupresur meliputi peningkatan pelepasan endorfin, perbaikan sirkulasi darah, serta relaksasi otot uterus. Titik yang sering digunakan antara lain SP6, LI4, ST36, PC6, LR3, dan SP10. Selain itu, terapi ini juga meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup tanpa efek samping yang signifikan. Dengan demikian, akupresur dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam penanganan nyeri dismenore.
Copyrights © 2026