Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 1,5 miliar orang dewasa berusia 30–79 tahun akan menderita hipertensi pada tahun 2025. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita hipertensi tertinggi di dunia. Di Kabupaten Bandung Barat sendiri tercatat sebanyak 108.906 penderita hipertensi pada tahun 2024. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengendalian hipertensi adalah kepatuhan pasien terhadap pengaturan pola makan. Namun, rendahnya pengetahuan mengenai diet sering menyebabkan pasien kurang patuh dalam menjalankan diet yang dianjurkan. Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) merupakan salah satu pendekatan non-farmakologis yang direkomendasikan untuk membantu mengontrol tekanan darah. Melalui edukasi kesehatan yang tepat mengenai diet DASH, diharapkan pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam mengatur pola makan dapat meningkat sehingga membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest. Sampel sebanyak 90 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test. Hasil Penelitian Menunjukkan nilai rata-rata kepatuhan sebelum intervensi sebesar 70,07 (std. devition 5.082) dan meningkat menjadi 80,70 (std. devition 7.508) setelah intervensi. Uji statistik menunjukkan p-value <0,001 (α=0,05), yang berarti terdapat peningkatan kepatuhan diet secara signifikan setelah pemberian edukasi diet DASH. Disimpulkan bahwa edukasi diet DASH yang diberikan secara terstruktur berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan diet pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciwaruga.
Copyrights © 2026