Proses penuaan yang menyebabkan penurunan fungsi organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskuar, sehingga daya tahan tubuh terhadap faktor risiko penyakit menjadi berkurang. Aktivitas fisik yang rendah pada lansia menyebabkan peningkatan berat badan dan penumpukan lemak tubuh, yang dapat memicu resistensi insuin dan meningkatkan tekanan darah. Komplikasi hipertensi dapat merusak sistem kardiovaskuar, terutama jantung dan pembuuh darah. Kondisi ini dapat diperburuk dengan bertambahnya usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganaisis pengaruh senam jantung terhadap tekanan darah pada lanjut usia (lansia) hipertensi. Metodologi : Jenis penelitian adaah kuantitatif dengan pendekatan quasi experimenta dan rancangan one group pretest–posttest. Popuasi adaah lansia dengan hipertensi yang tergabung daam posyandu lansia. Sampel penelitian berjumlah 35 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara tekanan darah sebelum dan setelah senam jantung (p < 0,05). Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 4,31 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 7,88 mmHg dengan nilai pv = 0,000, sehingga Ha diterima. Simpuan : Senam jantung yang dilakukan 4 kai selama dua minggu berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Diharapkan senam jantung dapat dilaksanakan secara rutin dan terprogram di Posyandu Lansia sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.
Copyrights © 2026