Length of Stay (LOS) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai efisiensi dan kualitas pelayanan rumah sakit karena dapat menggambarkan keberhasilan proses perawatan pasien selama menjalani rawat inap. Selama masa perawatan, pasien dewasa dapat mengalami stres yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi penyakit, lingkungan rumah sakit, prosedur medis, serta keterbatasan aktivitas selama dirawat. Namun, hubungan antara lama rawat inap dengan tingkat stres pasien masih menunjukkan hasil yang belum konsisten pada berbagai penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Length of Stay (LOS) dengan tingkat stres pada pasien dewasa di Rumah Sakit Islam Purwokerto. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 54 pasien dewasa yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data tingkat stres dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-42, sedangkan data lama rawat inap diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki LOS pendek (1–3 hari) sebesar 83,3% dan tingkat stres normal sebesar 79,6%. Hasil uji statistik memperoleh nilai p-value 0,974 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Length of Stay dengan tingkat stres pada pasien dewasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor lain seperti kondisi penyakit, dukungan sosial, dan karakteristik individu diduga lebih berpengaruh terhadap tingkat stres pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Copyrights © 2026