Infeksi HIV tetap menjadi masalah kesehatan global yang signifikan dan berhubungan dengan berbagai komplikasi sistemik, termasuk penyakit ginjal. Salah satu manifestasi ginjal yang paling dikenal pada pasien dengan HIV stadium lanjut adalah HIV-Associated Nephropathy (HIVAN), yang umumnya ditandai dengan proteinuria berat, penurunan fungsi ginjal yang berlangsung cepat, serta gambaran biopsi khas berupa glomerulosklerosis segmental fokal tipe kolaps. Seorang perempuan berusia 60 tahun dengan riwayat infeksi HIV selama tujuh tahun, yang saat ini menjalani terapi antiretroviral, datang ke unit gawat darurat dengan keluhan muntah berat yang menetap lebih dari 20 kali sehari, disertai penurunan nafsu makan dan kelemahan umum. Pasien juga memiliki diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi yang tidak terkontrol sebagai komorbiditas. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 154/82 mmHg dengan temuan lain yang tidak bermakna. Pemeriksaan laboratorium mengungkapkan peningkatan kadar ureum dan kreatinin darah yang konsisten dengan gangguan ginjal, disertai hiperglikemia dan anemia. Foto toraks menunjukkan peningkatan gambaran bronkovaskular yang mengarah pada kemungkinan bronkitis. Berdasarkan gambaran klinis keseluruhan dan hasil laboratorium penunjang, pasien didiagnosis dengan HIVAN disertai hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dan anemia. Tatalaksana meliputi perawatan suportif berupa terapi antihipertensi, diuretik, dan transfusi darah, serta persiapan hemodialisis dengan rencana pemasangan akses dialisis sentral.
Copyrights © 2026