Digitalisasi pelayanan kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN, khususnya fitur antrian online, merupakan inovasi BPJS Kesehatan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. Pemanfaatan fitur ini dipengaruhi oleh literasi digital peserta yang dapat meningkatkan kepuasan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap kepuasan peserta JKN melalui penggunaan fitur antrian online di RSUD Lamaddukelleng Kabupaten Wajo. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi terdiri dari 2.611 peserta JKN yang menggunakan fitur antrian online, dengan sampel sebanyak 347 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner berskala likert dan dianalisis menggunakan metode univariat dan multivariat melalui analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital, penggunaan antrean online, dan kepuasan peserta semuanya berada pada tingkat tinggi. Literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan antrean online (β=0.771; p<0.05) dan kepuasan peserta (β=0.448; p<0.05). Penggunaan antrian online juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan (β=0.157; p<0.05). Selain itu, literasi digital mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap kepuasan melalui penggunaan antrean online (β=0.121; p<0.05), yang menunjukkan adanya peran mediasi parsial. Kesimpulannya yaitu peningkatan literasi digital berkontribusi pada optimalisasi penggunaan layanan antrean online dan peningkatan kepuasan peserta JKN. Oleh karena itu, peningkatan edukasi digital dan optimalisasi layanan Mobile JKN sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Copyrights © 2026