Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026

ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) TERAPI DIARE PADA PASIEN ANAK : REVIEW ARTIKEL

Gusti Ayu Pratitha Devinta Putri (Program Studi Farmasi, Jurusan Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia)
Dea Riski Pebrianti (Program Studi Farmasi, Jurusan Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia)
Nabila Destia Zaneta (Program Studi Farmasi, Jurusan Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia)
Diouf Maulana Dwi Putanto (Program Studi Farmasi, Jurusan Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia)
Tri Purma Sari (Program Studi Farmasi, Jurusan Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2026

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak dan berpotensi menimbulkan komplikasi seperti dehidrasi, gangguan elektrolit, hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Tingginya angka kejadian diare di negara berkembang menunjukkan pentingnya pengelolaan terapi yang optimal. Ketidaktepatan dalam pengobatan dapat memicu terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang berdampak pada efektivitas, keamanan, dan keberhasilan terapi. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis DRPs serta intervensi yang direkomendasikan dalam pengobatan diare guna mendukung penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan melakukan pencarian artikel melalui database PubMed dan Google Scholar. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi permasalahan terkait penggunaan obat pada pasien diare. Jenis DRPs yang paling sering ditemukan meliputi indikasi tanpa terapi (7–45%), ketidaktepatan dosis baik underdose (8–27%) maupun overdose (7–35%), terapi tanpa indikasi (10–85%), serta interaksi obat (12–56%). Selain itu, juga ditemukan ketidaktepatan pemilihan obat dan frekuensi dosis yang tidak sesuai. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh kurang tepatnya evaluasi klinis, ketidaksesuaian dengan pedoman terapi, serta kurang optimalnya pemantauan terapi. DRPs pada pengobatan diare masih sering terjadi dan berdampak pada penurunan efektivitas terapi, peningkatan risiko efek samping, serta memperpanjang durasi penyembuhan pasien. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa medication review, penyesuaian dosis berbasis berat badan, pemantauan interaksi obat, serta edukasi tenaga kesehatan. Optimalisasi peran apoteker sangat penting dalam meminimalkan DRPs dan meningkatkan outcome pasien.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...