Harga diri rendah pada anak usia sekolah dasar sering kali dipicu oleh faktor eksternal seperti pengalaman perundungan (bullying) dan kurangnya dukungan emosional, yang jika dibiarkan dapat menghambat perkembangan psikososial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi afirmasi positif terhadap peningkatan harga diri anak di SD Negeri 024 Bengkuring. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimental melalui rancangan One Group Pre-test Post-test terhadap 26 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan dengan durasi 8-15 menit melalui pengulangan kalimat positif secara terbimbing dalam kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pre-test, mayoritas responden (65,4%) memiliki harga diri rendah dengan nilai rata-rata 13,9. Setelah diberikan intervensi afirmasi positif, pada tahap post-test terjadi peningkatan nilai rata-rata harga diri menjadi 17,3, dengan skor minimal responden naik secara signifikan dari 6 menjadi 15. Berdasarkan analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test, diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan pemberian afirmasi positif terhadap peningkatan harga diri siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah intervensi afirmasi positif efektif dalam merekonstruksi konsep diri anak dan dapat diimplementasikan sebagai salah satu upaya promosi kesehatan jiwa di lingkungan sekolah untuk membangun ketahanan mental siswa.
Copyrights © 2026