Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg dan sering disebut sebagai silent killer karena tidak menimbulkan gejala yang jelas. Tingginya prevalensi hipertensi, termasuk di wilayah kerja UPT Puskesmas Waipare, dipengaruhi oleh pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Penanganan yang selama ini berfokus pada terapi farmakologis perlu didukung dengan intervensi nonfarmakologis, salah satunya aktivitas jalan kaki teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan jalan kaki teratur dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi melalui pendekatan asuhan keperawatan keluarga. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua keluarga penderita hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Waipare. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Intervensi berupa jalan kaki teratur dilakukan selama 3 hari dengan durasi 30 menit setiap pagi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua klien setelah penerapan jalan kaki teratur. Pada klien I tekanan darah menurun dari 160/100 mmHg menjadi 150/90 mmHg, sedangkan pada klien II terjadi perbaikan kondisi meskipun belum signifikan. Selain itu, klien merasa lebih bugar dan memahami pentingnya aktivitas fisik. Kesimpulannya, penerapan jalan kaki teratur efektif membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesadaran keluarga dalam pengelolaan hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan
Copyrights © 2026