Pelaksanaan SOP penerimaan pasien baru membutuhkan peran managerial kepala ruangan yang mencakup fungsi perencanaan, perorganisasian, pengarahan dan pengendalian agar pelayanan berjalan efektif dan sesuai standar. Ketidakpatuhan perawat pelaksana dalam menerapkan SOP tersebut dapat berdampak pada kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala ruangan serta tingkat kepatuhan perawat pelaksana dalam penerapan SOP penerimaan pasien baru di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 23 perawat pelaksana yang di pilih mengunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi untuk menilai kepatuhan terhadap SOP penerimaan pasien baru. Analisis data dilakukan dengan pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 23 perawat pelaksana, 13 orang (56,5%) tidak patuh, 6orang (26,1%) kurang patuh, dan 4 orang (17,4%) patuh dalam menerapkan SOP penerimaan pasien baru. Analisis SWOT menunjukan nilai IFAS -0,4 dan EFAS 0,3 yang berada pada kuadran WO sehingga rencana strategis yang digunakan bersifat progesif atau trun around yaitu dengan meminimalkan kelemahan internal untuk memanfaatkan peluang yang ada. peneliti menyimpulkan bahwa peran managerial kepala ruangan yang optimal, supervise yang berkesinambungan serta komunikasi yang efektif dapa tmengurangi kelemahan internal,meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan berdampak pada peningkatan kepuasan pasien
Copyrights © 2026