Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang memengaruhi pertumbuhan anak. Meskipun tingkat stunting di Kota Sungai Penuh tercatat yang terendah di Provinsi Jambi dengan angka 4,1%, Kecamatan Pondok Tinggi menunjukkan jumlah keluarga yang berisiko stunting paling banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komponen kesejahteraan keluarga seperti pendidikan ibu, pendapatan keluarga, akses sanitasi, sumber air bersih, dan pengetahuan ibu mengenai gizi dengan kejadian stunting. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain lintas potong. Sebanyak 88 balita berusia antara 0 hingga 59 bulan dari Kecamatan Pondok Tinggi dijadikan responden. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik pengambilan acak sederhana. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Ditemukan prevalensi stunting sebesar 45,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga dengan nilai (p = 0,027) dan (PR 2,087), akses sanitasi dengan nilai p 0,000 dan PR 3,291, sumber air bersih dengan nilai p 0,000 dan PR 5,000, serta pengetahuan ibu tentang gizi dengan nilai p 0,004 dan PR 2,644 terhadap kejadian stunting. Namun, pendidikan ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai p 0,717. Empat dari lima aspek kesejahteraan keluarga berkaitan dengan stunting. Akses terhadap sumber air bersih diidentifikasi sebagai faktor risiko paling tinggi.
Copyrights © 2026