Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular dengan prevalensi tinggi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi. Kompleksitas regimen pengobatan TB yang melibatkan penggunaan obat jangka panjang berisiko menimbulkan Drug Related Problems (DRPs), seperti interaksi obat, efek samping, dan ketidakpatuhan pasien terhadap terapi. Tinjauan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran apoteker dalam identifikasi dan penanganan DRPs pada pasien TB berdasarkan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap 10 artikel ilmiah dalam rentang waktu 2019–2024 dari database bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran apoteker mencakup identifikasi interaksi obat, edukasi pasien, pemantauan efek samping, serta penguatan kepatuhan melalui intervensi farmasi seperti Medication Therapy Management (MTM) dan program DOTS. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa keterlibatan aktif apoteker dapat meningkatkan efektivitas terapi dan keselamatan pasien TB. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem dan kebijakan kesehatan untuk mendukung optimalisasi peran apoteker dalam praktik klinik pengelolaan TB.
Copyrights © 2026