Stroke adalah penyebab utama kematian dan kecacatan dunia, dengan 12,2 juta kasus baru pada 2022 menurut World Stroke Organization. Gangguan saraf akibat stroke sering menyebabkan kelemahan otot pada salah satu sisi/ hemiparesis. Kondisi ini membuat pasien mengalami kesulitan dalam beraktivitas. Oleh karena itu, pemulihan fungsi motorik menjadi salah satu fokus utama dalam proses rehabilitasi pasien stroke (Ardi et al., 2024). Salah satu intervensi nonfarmakologis yaitu genggam bola karet bergerigi. Genggam bola karet bergerigi adalah terapi rehabilitasi untuk meningkatkan kekuatan otot tangan pada pasien stroke. Latihan ini dilakukan dengan gerakan menggenggam dan melepaskan bola secara berulang sehingga merangsang aktivitas neuromuskular dan meningkatkan kekuatan otot. Tujuan: memberikan asuhan keperawatan dengan genggam bola karet bergerigi dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik di ruang Flamboyan BLUD RSUD dr. Tc. Hillers Maumere. Dsain penelitian: studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa medis SNH. Data dalam studi kasus ini dikumpulkan melalui beberapa metode, yaitu wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumen. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah format pengkajian Asuhan Keperawatan Medikal Bedah yang sesuai dengan acuan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan keperawatan genggam bola karet bergerigi selama 3 kali dalam 3 hari terdapat peningkatan kekuatan otot. Dapat disimpulkan bahwa dengan genggam bola karet bergerigi memiliki pengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien dengan SNH.
Copyrights © 2026