Perilaku merokok merupakan perilaku yang membakar salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap dan dihirup termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotina tabacum, nicotina rustica dan spesies lainnya. Merokok menghasilkan lebih dari 400 zat kimia dan menjadi pemicu utama akan terjadinya kerusakan tubuh manusia dan berdampak pada organ hati yaitu onkogenik, imunologis, dan efek toksik tidak langsung atau langsung. Metode hipnoterapi dapat bermanfaat juga untuk memotivasi diri, dan efektif dalam menurunkan keinginan merokok, sebab hipnoterapi juga sebagai salah satu alternatif yang digunakan untuk menurunkan ataupun menghentikan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hipnoterapi terhadap kebiasaan perilaku merokok pada remaja di Desa Cangkringan Banyudono Boyolali. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode quasi experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test with control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 responden dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur yang berupa lembar kuesioner mengenai perilaku merokok, sikap dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan metode hipnoterapi pada klien dengan kebiasaan perilaku merokok terbagi menjadi tujuh tahapan yaitu pra induksi, induksi, deepening, depth level test, suggestion therapy, hypnotherapeutic technique, dan terminasi. Hasil analisis uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai (p-value) adalah < 0.05 menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan terapi Hipnoterapi yang artinya ada pengaruh pemberian terapi Hipnoterapi terhadap kebiasaan perilaku merokok pada remaja di Desa Cangkringan Banyudono Boyolali.
Copyrights © 2026