Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi dan sosial di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banjar yang memiliki angka kejadian cukup tinggi. Pernikahan dini dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan ibu dan anak, pendidikan, serta kesejahteraan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan peran teman sebaya dan ekonomi keluarga dengan kejadian pernikahan dini di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden wanita usia 19–20 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar isian, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki peran teman sebaya positif (63,3%) dan ekonomi keluarga tinggi (53,3%). Kejadian pernikahan dini ditemukan pada 40% responden. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara peran teman sebaya dengan kejadian pernikahan dini (p=0,230; r=0,226). Namun terdapat hubungan signifikan antara ekonomi keluarga dengan kejadian pernikahan dini (p=0,000; r=-0,692). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ekonomi keluarga merupakan faktor yang berhubungan kuat dengan kejadian pernikahan dini, sedangkan peran teman sebaya tidak memiliki hubungan signifikan.
Copyrights © 2026