Ibu dengan hiperemesis gravidarum mencapai 14,8% dari seluruh kehamilan, keluhan mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Satu diantara seribu kehamilan gejala-gejalaini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan Hormon Chorionic Gonadotropin (HCG). Di Indonesia terdapat 50-90% jumlah kejadian Emesis Gravidarum dialami oleh ibu hamil. Walaupun faktor utama yang menjadi penyebab kematian ibu di Indonesia bukan karena kasus Emesis Gravidarum, tetapi kasus kejadian Emesis Gravidarum cukup besar dan satu diantara seribu kehamilan mengalami gejala yang lebih berat atau sampai mengalami HyperEmesis Gravidarum Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dengan penatalaksanaan emesis gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas Ujan Mas Muara Enim. Desain penelitian menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Ujan Mas pada bulan Agustus 2024 sebanyak 46 orang. Sampel dalam penelitian ini mengunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square (χ2) dan untuk mengetahui keeratan hubungannya menggunakan uji Contingency Coefficient (C). Hasil penelitian dari 46 sampel terdapat 25 orang penatalaksanaan emesis gravidarum baik; Dari 46 sampel terdapat 20 orang pengetahuan kurang, Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penatalaksanaan emesis gravidarum pada ibu hamil di Wilayah Kerja Pusksemas Ujan Mas Muara Enim. Diharapan pada pihak puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan emesis gravidarum melalui penyuluhan dan penjelasan secara langsung.
Copyrights © 2026