, gagal ginjal, penyakit jantung, stroke, hingga amputasi ekstremitas bawah. Kasus Diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Babakan mengalami kenaikan. Di mana pada tahun 2023 tercatat ada sebanyak 333 kasus, dan di tahun 2024 kasus Diabetes melitus tipe 2 mencapai angka 594 kasus. Ada kenaikan 261 kasus dalam kurun waktu satu tahun. Peningkatan kasus tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti usia, jenis kelamin, obesitas, hipertensi, aktivitas fisik rendah, dan kebiasaan merokok. Meski sudah banyak studi yang membahas faktor risikonya, tapi pendekatan spasial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi kasus dan faktor risiko Diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Babakan tahun 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data kasus Diabetes melitus tipe 2 diperoleh dari laporan Penyakit Tidak Menular, dan data faktor risiko diperolah dari hasil skrining. Hasil penelitian menunjukan bahwa distirbusi kasus Diabetes melitus tipe 2 bervariasi antar desa. Di mana kasus tertinggi berada pada Desa Bojonggebang dengan klasifikasi sangat tinggi, dan kasus terendah berada di Desa Karangwangun dengan klasifikasi sangat rendah. Selain itu, distribusi faktor risiko juga menunjukkan variasi yang berbeda antar desa.
Copyrights © 2026