Pernikahan dini, yaitu pernikahan yang dilakukan oleh individu di bawah usia 18 tahun, masih menjadi masalah sosial di berbagai daerah, terutama pedesaan. Berdasarkan data Kantor Kecamatan Puger tahun 2024, wilayah ini menempati peringkat pertama pernikahan anak terbanyak dengan 278 pasangan pada 2022–2023. Di antaranya, Desa Kasiyan Timur mencatat 87 pasangan dan berada di peringkat ke dua dari 12 desa. Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengubah sikap remaja tentang pernikahan dini yaitu edukasi dengan metode Discovery Learning. Discovery Learning merupakan seluruh rangkaian dari kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal dari seluruh kemampuan peserta didik. Tujuan penelitian menganalisis perubahan sikap tentang pernikahan dini melalui edukasi dengan metode Discovery Learning pada remaja di SMA Sultan Agung Puger. Desain penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan jenis without control design. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan jumlah 67 responden. Instrumen penelitian menggunakan Rating Scale. Analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh nilai p-value 0.000 < α 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dalam sikap remaja terhadap pernikahan dini sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan metode Discovery Learning di SMA Sultan Agung Puger. Edukasi dengan metode Discovery Learning dapat menghasilkan perbedaan sikap terhadap pernikahan dini pada remaja di SMA Sultan Agung Puger. Intervensi Discovery Learning dapat menjadi strategi yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah sikap tentang pernikahan dini pada remaja di SMA Sultan Agung Puger.
Copyrights © 2026