Gangguan glukosa dalam kehamilan merupakan spektrum disfungsi metabolik–vaskular yang berkontribusi terhadap patogenesis preeklamsi, namun perbedaan kekuatan risiko antara prediabetes dan diabetes gestasional belum dijelaskan secara komparatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan dampak prediabetes dan diabetes gestasional terhadap risiko preeklamsi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain systematic literature review terhadap lima belas studi observasional dan meta-analisis yang diperoleh dari basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, dan Google Scholar pada rentang tahun 2021–2026. Analisis difokuskan pada ukuran efek berupa odds ratio dan relative risk yang telah disesuaikan terhadap faktor perancu utama. Hasil menunjukkan adanya pola gradien risiko yang konsisten, di mana prediabetes meningkatkan risiko preeklamsi sebesar 1,4–1,8 kali, sedangkan diabetes gestasional meningkatkan risiko sebesar 2–3 kali lipat, termasuk pada kasus berat dan onset dini. Asosiasi tetap signifikan setelah penyesuaian indeks massa tubuh, usia maternal, dan hipertensi kronis. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa diabetes gestasional memiliki dampak risiko yang lebih kuat dibandingkan prediabetes, namun keduanya berkontribusi secara independen terhadap peningkatan risiko preeklamsi serta pentingnya deteksi hiperglikemia sejak trimester pertama dalam stratifikasi risiko maternal.
Copyrights © 2026