Penyakit Parkinson (PD) merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan hilangnya neuron dopaminergik di substantia nigra serta akumulasi patologis alpha-synuclein di dalam badan lewy. Jumlah agregasi alfa-sinuklein berkorelasi dengan keparahan klinis, gejala non-motor prodromal hingga disabilitas motorik lanjutan, kegagalan autonom, dan penurunan kognitif progresif. Kondisi ini menegaskan urgensi akan strategi inovatif seperti teknologi CRISPR-Cas9. Studi-studi terbaru menunjukkan potensi terapeutik penyuntingan gen berbasis CRISPR-Cas9 pada PD, yang memungkinkan knockout gen secara presisi, koreksi gen, serta regulasi transkripsi yang menargetkan agregasi α-synuclein. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penyuntingan gen berbasis CRISPR-Cas9 yang menargetkan agregasi α-synuclein sebagai strategi terapi inovatif pada PD. Pencarian komprehensif dilakukan pada basis data utama yaitu Cochrane, Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Pencarian menggunakan kriteria PICOS dan MeSH relevan untuk mengidentifikasi studi yang meneliti potensi penyuntingan gen berbasis CRISPR-Cas9 yang menargetkan agregasi α-synuclein sebagai strategi terapi baru pada PD. Setelah penghapusan duplikasi dan proses seleksi kelayakan, studi yang terpilih diekstraksi dan dinilai secara kritis menggunakan kriteria JBI. Data disintesis berdasarkan PRISMA 2020 dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan review manager untuk menghasilkan kesimpulan berbasis bukti. Tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa penargetan gen SNCA yang dimediasi CRISPR-Cas9 dengan nilai p<0.005-0,0001 secara konsisten berhubungan dengan penurunan signifikan agregasi α-synuclein pada model PD in vitro dan in vivo. Penargetan α-synuclein menggunakan CRISPR-Cas9 merupakan modifikasi penyakit yang menjanjikan untuk PD dengan bukti praklinis yang menunjukkan penurunan agregasi protein secara bermakna.
Copyrights © 2026