Penyakit tidak menular seperti hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian dini di dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 30,8% (2023), dengan Jawa Barat sebanyak 34,4%. Hipertensi menjadi PTM terbanyak di Kabupaten Cirebon terutama di Puskesmas Watubelah mencapai 3.900 kasus (2025) yang disebabkan oleh faktor risiko yang dapat dan tidak dapat dimodifikasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan memanfaatkan data sekunder. Analisis pemetaan spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak QGIS. Hasil pemetaan menunjukkan total 1.495 kasus hipertensi, dengan kasus tertinggi di Kelurahan Watubelah sebanyak 367 kasus (7,4%) dan terendah di Kelurahan Kenanga sebanyak 176 kasus (4,5%). Faktor risiko tidak dapat dimodifikasi paling banyak ditemukan di Kelurahan Watubelah, meliputi usia dewasa awal 23 orang, dewasa akhir 219 orang, lansia 125 orang, serta jenis kelamin perempuan 279 orang. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi juga didominasi di Kelurahan Watubelah, yaitu IMT normal sebanyak 95 orang, overweight 74 orang, obesitas 198 orang, merokok 13 orang, kurang aktivitas fisik 9 orang, konsumsi garam berlebih 280 orang, dan kurang konsumsi buah dan sayur 302 orang. Pemetaan kasus dan faktor risiko yang dapat maupun tidak dapat dimodifikasi menunjukkan Kelurahan Watubelah termasuk klasifikasi sangat tinggi. Sedangkan klasifikasi kasus dan faktor risiko yang dapat maupun tidak dapat dimodifikasi terendah terdapat di Kelurahan Pasalakan. Berdasarkan pemetaan kasus dan faktor risiko hipertensi mengindikasikan faktor risiko yang dapat dan tidak dapat dimodifikasi saling berkontribusi terhadap kejadian hipertensi.
Copyrights © 2026