Mitokondria memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan energi dan metabolisme sel. Dalam beberapa tahun terakhir, disfungsi mitokondria semakin dikenal sebagai salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit metabolik, termasuk Diabetes Melitus (DM) tipe 2, obesitas, dan sindrom metabolik. Kondisi ini erat kaitannya dengan peningkatan stres oksidatif, inflamasi kronis, dan gangguan sensitivitas insulin yang berdampak pada berbagai jaringan tubuh. Artikel ini disusun menggunakan pendekatan tinjauan pustaka dengan mengkaji berbagai penelitian ilmiah terkini dalam 10 tahun terakhir yang membahas peran mitokondria, produksi reactive oxygen species (ROS), serta dampaknya terhadap jaringan metabolik utama. Disfungsi mitokondria ditandai oleh penurunan kemampuan produksi energi, gangguan oksidasi asam lemak, penurunan biogenesis mitokondria, serta peningkatan produksi ROS. Perubahan ini memicu akumulasi lemak dalam sel, mengganggu jalur sinyal insulin, dan berkontribusi terhadap resistensi insulin serta kerusakan sel β pankreas. Peninfkatan ROS juga memperburuk stres oksidatif dan inflamasi, yang memiliki dampak luas pada berbagai organ seperti hati, otot rangka, jaringan adiposa, jantung, ginjal, dan sistem saraf. Gangguan fungsi mitokondria juga diketahui dapat berperan dalam penurunan kapasitas metabolik sel dan mempercepat progresivitas komplikasi metabolik. Secara keseluruhan, mitokondria berperan penting dalam perkembangan penyakit metabolik melalui interaksi kompleks antara gangguan energi, stres oksidatif, dan inflamasi. Pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam pengembangan strategi pencegahan dan terapi yang lebih efektif serta berbasis target molekuler.
Copyrights © 2026