Periode balita merupakan fase krusial bagi perkembangan fisik, intelektual, mental, dan emosional anak, seiring dengan pesatnya pertumbuhn otak yang mencapai sekitar 80% dari kapasitas otak dewasa. Perkembangan merupakan proses perubahan yang berlangsung secara progresif dan terarah, mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif, serta saling berkaitan antara tahapan perkembangan sebelumnya dan selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi status perkembangan balita di Puskesmas Minggir. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi dengan rancangan retrospective study. Teknik pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling tipe total sampling berjumlah 103 responden. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder dan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji Fisher’s Excat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan hubungan signifikan antara jumlah kunjungan dengan status perkembangan balita (p= 0.004), namun tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia balita (p= 0.051), jenis kelamin (p= 0.316), status gizi (p= 0.289) dan status imunisasi (p= 0.664) dengan status perkembangan balita. Faktor yang mempengaruhi status perkembangan adalah jumlah kunjungan balita ke posyandu sebagai sarana pemantauan perkembangan balita, sementara usia balita, jenis kelamin, status gizi, dan status imunisasi tidak mempengaruhi status perkembangan balita
Copyrights © 2026