Ketersediaan sumber daya manusia yang memadai menjadi hal penting bagi rumah sakit dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan, termasuk di unit rekam medis. Beban kerja yang tidak seimbang dapat memengaruhi kinerja petugas dan kualitas pelayanan. Berdasarkan hasil wawancara, petugas rekam medis di Rumah Sakit Juanda menghadapi tuntutan pekerjaan yang tinggi, termasuk tugas tambahan di luar uraian kerja. Keterbatasan tenaga menyebabkan perangkapan tugas, penumpukan pekerjaan, serta keterlambatan dan penurunan ketelitian. Hingga tahun 2025, kesesuaian jumlah tenaga kerja dengan beban kerja aktual berdasarkan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) belum diketahui. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja dan menentukan kebutuhan tenaga kerja petugas rekam medis. Penelitian menggunakan desain deskriptif kombinasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petugas unit rekam medis, dengan sampel dua orang yang dipilih secara purposive mewakili sub-unit pengelolaan rekam medis dan filing. Data dikumpulkan melalui wawancara dan checklist, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode WISN serta kualitatif melalui analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan waktu kerja tersedia sebesar 98.280 menit per tahun. Standar beban kerja pada pengelolaan rekam medis sebesar 180.180 menit per tahun dan filing sebesar 99.216 menit per tahun, dengan nilai CAF sebesar 1 dan IAF sebesar 0,16. Kebutuhan tenaga kerja sebanyak 12 orang, terdiri dari 7 orang pada pengelolaan rekam medis dan 5 orang pada filing, sehingga masih terdapat kekurangan tenaga. Dengan demikian, jumlah tenaga kerja belum sesuai dengan beban kerja aktual dan diperlukan penambahan tenaga serta optimalisasi pengelolaan kerja untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Copyrights © 2026