Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, terutama karena tingginya risiko penularan pada kelompok kontak erat pasien. Dalam upaya pengendalian TBC, Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) menjadi strategi penting untuk mencegah perkembangan infeksi laten menjadi penyakit aktif. Selanjutnya, unit pelayanan primer (puskesmas) menjadi salah satu ujung tombak dalam upaya ini. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana inovasi pelayanan di Puskesmas berperan dalam mendukung ekspansi TPT bagi kontak erat pasien tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan pendekatan article review dengan menelaah sejumlah artikel ilmiah yang membahas implementasi program TPT di pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Puskesmas di Indonesia telah mengembangkan berbagai inovasi operasional, seperti penguatan investigasi kontak secara proaktif, pelaksanaan kunjungan rumah dan skrining keluarga, integrasi TPT dengan program kesehatan lain, peningkatan kapasitas petugas melalui pelatihan, serta penguatan koordinasi internal program. Berbagai pendekatan tersebut membantu meningkatkan identifikasi kontak erat, memperluas penerimaan terapi pencegahan, dan menjaga keberlanjutan layanan. Meskipun demikian, implementasi inovasi masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi program, keterbatasan tenaga kesehatan, dan faktor sosial di masyarakat. Kajian ini menyimpulkan bahwa inovasi pelayanan di tingkat Puskesmas memiliki peran penting dalam memperkuat strategi pencegahan dan pengendalian tuberkulosis di Indonesia.
Copyrights © 2026