Implementasi sistem informasi kesehatan berbasis elektronik seperti e-Puskesmas merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama. Keberhasilan implementasi sistem ini dipengaruhi oleh faktor manusia, organisasi, teknologi, serta penerimaan dan manfaat sistem oleh pengguna. Tenaga kesehatan menjadi salah satu aktor utama dalam keberhasilan penggunaan sistem karena berperan langsung dalam pengoperasian dan pemanfaatan sistem informasi dalam pelayanan sehari-hari. Model HOT-FIT dan TAM dipilih karena mampu mengevaluasi implementasi sistem informasi secara komprehensif dari aspek kesesuaian manusia, organisasi, teknologi, serta tingkat penerimaan pengguna terhadap sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi e-Puskesmas dengan metode HOT-FIT dan TAM di Puskesmas X Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berdasarkan variabel Human, Organization, Technology, Net Benefit, Perceived Usefulness, dan Perceived Ease of Use, dengan analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan nilai rata-rata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel berada pada kategori baik, yaitu Human (mean 3,8053), Organization (4,0493), Technology (3,7939), Net Benefit (3,8509), Perceived Usefulness (3,8772), dan Perceived Ease of Use (3,7368). Hal ini menunjukkan bahwa implementasi e-Puskesmas telah berjalan cukup optimal dari aspek SDM, organisasi, teknologi, serta penerimaan dan manfaat sistem. Kesimpulannya, implementasi e-Puskesmas di Puskesmas X Tahun 2026 berada pada kategori baik, namun masih diperlukan peningkatan pada aspek teknis dan pelatihan pengguna untuk optimalisasi berkelanjutan.
Copyrights © 2026