Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit yang dapat dinilai melalui waktu tunggu pelayanan resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di Instalasi Farmasi RSUD Bayung Lencir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 360 resep yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dianalisis menggunakan nilai rata-rata (mean), standar deviasi serta persentase kesesuaian dengan Standar Pelayanan Minimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu resep racikan sebesar 44,65 menit dan resep non-racikan sebesar 22,36 menit. Secara umum, waktu tunggu pelayanan telah memenuhi standar yaitu <60 menit untuk racikan dan <30 menit untuk non-racikan. Namun, masih terdapat sebagian resep yang melebihi standar. Faktor yang memengaruhi waktu tunggu meliputi proses peracikan obat, jumlah item dalam resep, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala pada sistem informasi rumah sakit. Kesimpulannya, meskipun secara rata-rata pelayanan telah memenuhi standar, diperlukan optimalisasi proses pelayanan untuk meningkatkan konsistensi mutu layanan kefarmasian.
Copyrights © 2026