Supervisi klinis merupakan salah satu fungsi manajerial yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, keselamatan pasien, serta kompetensi perawat di rumah sakit. Namun, pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala ruangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya beban kerja, keterbatasan waktu, belum adanya jadwal supervisi yang terstruktur, serta kurangnya sumber daya manusia. Kondisi tersebut menyebabkan pelaksanaan supervisi belum berjalan secara optimal sehingga berpotensi memengaruhi kualitas asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kepala ruangan dalam melakukan supervisi klinis di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu pemahaman kepala ruangan mengenai supervisi klinis sebagai proses pembinaan, monitoring, dan evaluasi mutu pelayanan; pelaksanaan supervisi yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung sesuai kondisi di lapangan; faktor pendukung berupa motivasi, kerja sama tim, dan dukungan manajemen; serta faktor penghambat yang meliputi beban kerja tinggi, keterbatasan waktu, dan kekurangan sumber daya manusia. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, namun pelaksanaannya masih memerlukan penguatan melalui pelatihan yang berkelanjutan, penyusunan jadwal supervisi yang terstruktur, serta dukungan manajemen agar supervisi klinis dapat terlaksana secara optimal.
Copyrights © 2026