Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi kader mengenai kompetensi mereka dalam pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) klaster lansia di wilayah kerja Puskesmas Dendang Belitung Timur pada masa transisi tahun 2025. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari lima kader Posyandu ILP klaster lansia sebagai informan utama dan satu tenaga kesehatan sebagai informan pendukung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Colaizzi untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari pengalaman informan. Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu keterbatasan kompetensi kader dalam pelayanan klinis lansia, pentingnya kemampuan pencatatan dan pelaporan, belum optimalnya pelatihan dan pendampingan kader, kemampuan komunikasi dan edukasi kesehatan kepada lansia, serta faktor-faktor yang memengaruhi kehadiran lansia dalam kegiatan Posyandu ILP. Sebagian besar kader memiliki persepsi positif terhadap kompetensi yang dimiliki, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pelatihan, pendampingan berkelanjutan, dan adaptasi terhadap sistem layanan baru. Kesimpulan Kader Posyandu ILP klaster lansia memiliki persepsi yang cukup baik terhadap kompetensi yang mereka miliki dalam menjalankan pelayanan kesehatan lansia. Meskipun demikian, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan yang berkelanjutan, supervisi, dan pendampingan teknis masih diperlukan untuk mendukung keberhasilan implementasi Posyandu ILP pada masa transisi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan lansia di masyarakat.
Copyrights © 2026