Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Remaja merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan remaja. Namun, tingkat kunjungan remaja ke Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Dendang Kabupaten Belitung Timur masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rendahnya kunjungan Posyandu ILP Remaja ditinjau dari aspek pengetahuan, faktor penghambat, dan faktor pendukung. Oleh karena itu, Perubahan fisik yang dialami remaja sangat mempengaruhi pematangan emosi dan psikis. Jika proses pematangan ini tidak berjalan engan baik, perkembangan psikis dan emosi remaja juga dapat terhambat. Dengan demikian, pemahaman yang mendalam tentang proses perubahan ini menjadi sangat penting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kemudian dianalisis menggunakan metode analisis data Colaizzi dengan keabsahan data Tringulasi Sumber. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu pengetahuan remaja mengenai Posyandu ILP dengan kategori definisi posyandu ILP, kegiatan posyadu ILP, dan manfaat posyandu ILP; faktor penghambat dengan kategori kurangnya motivasi, kendala waktu, dan rendahnya minat; serta faktor pendukung dengan kategori dukungan teman sebaya, keluarga, kader, daya tarik layanan, dan ketersediaan sumber informasi Posyandu ILP. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kunjungan remaja ke Posyandu ILP dipengaruhi oleh pengetahuan, hambatan internal remaja, serta dukungan lingkungan sekitar.
Copyrights © 2026