Peningkatan mutu pelayanan Kesehatan adalah hal penting di seluruh dunia untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta. Di Indonesia, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan untuk memberikan perlindungan finansial kepada seluruh masyarakat, tetapi kenyataannya, ruang rawat inap masih menjadi masalah dalam penerapan regulasi kualitas. Penelitian ini ingin melihat bagaimana bukti fisik dan empati mempengaruhi kepuasan pasien BPJS di ruang rawat inap dengan pendekatan sistematis. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan desain Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti diagram PRISMA. Pencarian literatur dilakukan di Google Scholar untuk publikasi tahun 2025-2026 dengan kata kunci tertentu. Dari total 2.510 artikel yang ditemukan, dipilih 6 studi utama yang memenuhi syarat (desain cross-sectional, subjek pasien BPJS yang dirawat inap, dan berisi pengujian statistik tentang bukti fisik serta empati) untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesis menunjukan ada hubungan positif yang signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Kenyamanan fasilitas fisik terbukti sebagai faktor yang paling berpengaruh dengan nilai Odds Ratio tertinggi yaitu 17,066, di mana keluhan utama ada pada kebersihan toilet dan sirkulasi udara. Di sisi lain, dimensi empati memberikan dampak psikologis yang kuat terhadap kepuasan, karena beban kerja klinis yang tinggi sering kali mengurangi responsivitas staf medis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepuasan pasien rawat inap sangat dipengaruhi oleh kombinasi antara kondisi infrastruktur fisik yang baik dan kualitas interaksi yang empatik. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mereformasi kebijakan anggaran pemeliharaan fasilitas secara proaktif dan menilai beban kerja perawat untuk memastikan pelayanan yang berkualitas.
Copyrights © 2026