Manajemen administrasi yang dilakukan secara manual di fasilitas kesehatan primer sering kali menemui tantangan berat dalam hal efisiensi operasional, potensi kehiliangan dokumen, serta akurasi data kesehatan masyarakat. Situasi ini memerlukan adanya transformasi digital melalui penguatan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) untuk mendukung kebijakan nasional tentang satu data kesehatan. Tinjauan ini menganalisis efektivitas penerapan SIMPUS dalam meningkatkan kualitas layanan adaministrasi dan ketepatan data dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA. Seleksi literatur dilakukan secara menyeluruh terhadap lima artikel penelitian asli yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir dengan fokus pada berbagai Puskesmas di Indonesia. Hasil dari analisis literatur menunjukkan bahwa digitalisasi sistem dapat secara efektif mengurangi birokrasi pendaftaran, menurunkan waktu tunggu pasien secara signifikan, serta memudahkan tenaga kesehatan dalam mengatur rekam medis elektronik. Selain itu, sistem ini juga terbukti menjadi alat strategis yang mendukung manajemen Puskesmas dalam pengambilan keputusan berbasis bukti melalui ketersedian laporan yang lebih akurat. Namun, efektivitas sistem ini belum optimal sepenuhnya karena terdapat kendala pada integrasi horizontal antar unit layanan dan keterbatasan infrastruktur, seperti ketidakstabilan jaringan internet dan kapasitas server yang rendah. Kondisi tersebut sering membuat petugas harus menggunakan sistem pencatatan yang ganda, yang justru menambah beban kerja administratif . Sebagai simpulan, keberhasilan SIMPUS sebagai komponen utama dalam transformasi kesehatan digital sangat bergantung pada keterpaduan antara penguatan infrastruktur teknologi, penyusunan SOP digital yang berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas literasi digital untuk sumber daya manusia agar dapat menjamin layanan kesehatan primer yang lebih responsif, efisien, dan akuntabel untuk masyarakat.
Copyrights © 2026