Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Secara global, terdapat sekitar 537 juta penderita diabetes pada tahun 2021, sehingga diperlukan pemanis alami sebagai alternatif baik untuk makanan, minuman, maupun sediaan obat bagi penderita diabetes. Stevia rebaudiana Bertoni merupakan sumber utama glikosida steviol, seperti stevioside dan rebaudioside A, yang memiliki tingkat kemanisan 200-300 kali lebih tinggi dibandingkan gula, namun bersifat nol kalori karena difermentasi oleh mikrobiota usus besar tanpa memengaruhi kadar gula darah. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan daun stevia sebagai pemanis sediaan cair oral melalui metode studi literatur menggunakan database Google Scholar, Consensus, dan PubMed. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sediaan cair berbasis stevia terbukti aman secara klinis berdasarkan meta-analisis global dan uji acak tersamar ganda (RCT) pada pasien diabetes tipe 2 karena mampu menjaga stabilitas profil glikemik serta lipid darah. Secara praklinis, ekstrak air stevia aktif menurunkan glukosa lewat penghambatan absorpsi di duodenum. Pada ekstrak daun stevia juga terdapat nutrisi tambahan berupa asam folat, vitamin C, dan vitamin B2. Dalam formulasi sediaan cair seperti sirup, stevia konsentrasi 1% terbukti memiliki stabilitas fisikokimia yang kuat tanpa risiko sedimentasi atau rekristalisasi selama penyimpanan jangka panjang dengan batas asupan harian aman (ADI) 4 mg/kg berat badan, sekaligus memberikan efek non-kariogenik pelindung rongga mulut. Dapat disimpulkan, daun stevia menunjukkan profil kemanan yang baik, stabil, dan fungsional untuk dikonsumsi pasien diabetes.
Copyrights © 2026