Stroke non-hemoragik merupakan gangguan neurologis akibat oklusi pembuluh darah serebral yang sering menimbulkan kelemahan otot, terutama pada ekstremitas atas. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kemampuan fungsional dan meningkatnya ketergantungan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi rehabilitasi yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke adalah terapi relaksasi genggam bola karet. Penulisan studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi relaksasi genggam bola karet terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik. Metode yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif terhadap tiga pasien stroke non-hemoragik yang dirawat di Bangsal Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi dua kali sehari pada pagi dan sore hari selama 15 menit setiap sesi. Pengukuran kekuatan otot dilakukan menggunakan instrumen Manual Muscle Test (MMT) sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif untuk mengetahui perubahan kekuatan otot pada masing-masing responden. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, dua responden memiliki kekuatan otot skala 3 dan satu responden skala 4. Setelah pemberian terapi, seluruh responden mengalami peningkatan kekuatan otot sebesar satu tingkat, yaitu dari skala 3 menjadi 4 serta dari skala 4 menjadi 5. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi genggam bola karet efektif dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non-hemoragik. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai tindakan keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan dalam mendukung pemulihan fungsi motorik pasien.
Copyrights © 2026