Sebagai tindak lanjut terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022, Puskesmas mulai menerapkan Rekam Medis Elektronik melalui sistem ePuskesmas. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada persepsi serta kesiapan pengguna. Di Puskesmas Ciperna, pemanfaatan ePuskesmas masih menghadapi tantangan, baik dari aspek teknis maupun pengguna. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat penerimaan pengguna terhadap implementasi sistem informasi ePuskesmas di Puskesmas Ciperna Kabupaten Cirebon. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh tenaga kesehatan yang menggunakan ePuskesmas, sedangkan sampel dipilih melalui teknik purposive sampling dari setiap unit pelayanan. Variabel penelitian disusun berdasarkan konstruk Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukan karakteristik responden didominasi oleh usia 36-45 tahun, perempuan, berpendidikan D3 dan S1, masa kerja > 3 tahun, dan mayoritas pernah mengikuti sosialisasi. Tingkat penerimaan ePuskesmas berdasarkan dimensi ekspektasi kinerja berada pada kategori baik, sedangkan dimensi ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi berada pada kategori cukup. Berdasarkan empat dimensi UTAUT, tingkat penerimaan tertinggi berada pada kategori baik. Maka disimpulkan bahwa sistem telah dapat diterima dan dimanfaatkan dalam mendukung kinerja serta pelayanan kesehatan di Puskesmas Ciperna. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, agar pemanfaatan sistem dapat sangat optimal.
Copyrights © 2026