Paclitaxel merupakan agen kemoterapi yang banyak digunakan pada berbagai jenis kanker, namun penggunaannya masih terbatas oleh kelarutan yang rendah, toksisitas sistemik yang berisiko menimbulkan efek samping serius. Berbagai sistem penghantaran obat berbasis nanopartikel telah dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan tersebut, termasuk Solid Lipid Nanoparticles (SLN), nanopartikel berbasis PLGA, mesoporous silica nanoparticles, SPIONs, micellar systems, PEGylated nanoparticles, porous starch nanoparticles, hingga prodrug berbasis glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan profil farmakokinetika paclitaxel dalam berbagai sistem nanopartikel dengan formulasi paclitaxel konvensional. Metode yang digunakan adalah systematic narrative review terhadap artikel publikasi 10 tahun terakhir (2015–2025) dari database online. Parameter yang dianalisis meliputi Cmax, Tmax, AUC, t½, klirens, volume distribusi, dan mean residence time (MRT). Hasil analisis menunjukkan bahwa nanoformulasi paclitaxel secara konsisten meningkatkan paparan sistemik (AUC), waktu paruh, dan bioavailabilitas, serta menurunkan klirens dibandingkan formulasi konvensional. Selain itu, nanoformulasi mampu meningkatkan akumulasi obat pada jaringan target dan mengurangi toksisitas sistemik. Kesimpulannya, sistem penghantaran paclitaxel berbasis nanopartikel memberikan perbaikan bermakna terhadap profil farmakokinetika dan berpotensi meningkatkan efektivitas serta keamanan terapi kanker.
Copyrights © 2026