Keputihan merupakan gangguan kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia subur (WUS). Di Dusun III Desa Helvetia Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang ditemukan 15 wanita usia subur mengalami keputihan dengan gejala seperti keluarnya lendir berlebih, berbau tidak sedap, dan rasa gatal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, ketidakseimbangan hormon, serta kurangnya pengetahuan dalam menjaga kebersihan organ intim. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi keputihan adalah jus nanas (Ananas comosus) karena mengandung bromelin dan flavonoid yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap keputihan pada wanita usia subur di Dusun III Desa Helvetia Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 15 wanita usia subur yang mengalami keputihan dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian jus nanas sebanyak 100 ml per hari selama 14 hari. Data dikumpulkan melalui kuesioner pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan gejala keputihan setelah pemberian jus nanas dengan nilai p-value 0,002 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian jus nanas terhadap keputihan. Disimpulkan bahwa jus nanas efektif mengurangi keputihan pada wanita usia subur dan dapat dijadikan terapi komplementer untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Copyrights © 2026