Retensio plasenta merupakan salah satu komplikasi obstetri yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu akibat perdarahan postpartum. Kondisi ini terjadi ketika plasenta belum lahir lebih dari 30 menit setelah bayi lahir dan dapat menyebabkan perdarahan hebat, syok, infeksi, hingga kematian Ibu apabila tidak segera ditangani. Berbagai faktor predisposisi diduga memengaruhi kejadian retensio plasenta, seperti usia Ibu, paritas, riwayat abortus, riwayat curettage, anemia, kehamilan ganda, jenis persalinan, kontraksi uterus, dan riwayat persalinan sebelumnya. Namun, hasil penelitian terkait faktor-faktor tersebut masih menunjukkan variasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian retensio plasenta berdasarkan kajian literature review. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan menelaah enam belas artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dari masing-masing artikel untuk mengidentifikasi faktor yang paling dominan terhadap kejadian retensio plasenta. Hasil kajian menunjukkan bahwa usia Ibu, riwayat curettage, anemia, kehamilan ganda, jenis persalinan, kontraksi uterus, dan riwayat persalinan sebelumnya memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian retensio plasenta. Sementara itu, paritas dan riwayat abortus menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan cenderung tidak memiliki hubungan bermakna secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa retensio plasenta merupakan komplikasi multifaktorial sehingga diperlukan deteksi dini faktor risiko, peningkatan kualitas antenatal care, serta penatalaksanaan persalinan yang optimal untuk menurunkan risiko komplikasi dan kematian Ibu.
Copyrights © 2026