Penanggulangan pneumonia pada balita sangat penting karena pneumonia merupakan salah satu penyakit yang paling membahayakan jiwa balita dibandingkan dengan infeksi saluran pernapasan lainnya. Penyakit ini masih menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian balita, khususnya di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, jumlah kasus dan kematian akibat pneumonia pada balita pada tahun 2013 tercatat sebanyak 10.877 kasus dengan 34 kematian, tahun 2014 sebanyak 11.208 kasus dengan 62 kematian, tahun 2015 sebanyak 10.371 kasus dengan 103 kematian, dan tahun 2016 sebanyak 10.499 kasus dengan 31 kematian. Data tersebut menunjukkan bahwa pneumonia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Puskesmas Tipo memiliki persentase cakupan penemuan penderita tertinggi di Kota Palu yaitu 300,00%, namun memiliki cakupan tatalaksana standar pneumonia terendah yaitu 88,85%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penanggulangan pneumonia pada balita di Puskesmas Tipo Kecamatan Ulujadi Kota Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input, sumber daya manusia dan logistik masih kurang, serta tidak tersedia dana khusus untuk penanggulangan pneumonia. Pada aspek proses, alur tatalaksana masih kurang sesuai dengan pedoman yang berlaku. Sementara pada aspek output ditemukan kurangnya kedisiplinan dalam penyerahan laporan dari Pustu ke Puskesmas. Kesimpulan penelitian ini adalah penanggulangan pneumonia pada balita di Puskesmas Tipo belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ada. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas Tipo dapat meningkatkan pelaksanaan program penanggulangan pneumonia pada balita sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan agar pelayanan kesehatan menjadi lebih optimal.
Copyrights © 2026