Gangguan depresi pada usia remaja merupakan salah satu masalah psikologis yang dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek kehidupan, salah satunya religiusitas. Kurangnya religiusitas pada diri seseorang mengakibakan rentan terjadinya depresi yang diawali dari stress yang berlebih sehingga mengaktifkan saraf simpatis tanpa perlawanan dari saraf parasimpatis. Dimana gangguan dari ketidakeimbangan neurotransmitter berupa serotonin, dopamin dan norepinefrin. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat religiusitas dan tingkat depresi pada remaja Muslim di SMA Muhammadiyah Purwodadi. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif observasional analitik dengan metode pendekatan desain cross sectional. Responden penelitian adalah 72 siswa kelas X SMA Muhammadiyah Purwodadi yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner religiusitas berdasarkan dimensi Margatot (2017) dan Beck Depression Inventory-II (BDI-II) untuk tingkat depresi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Korelasi Rank Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki religiusitas cukup (51,4%) dan tidak mengalami depresi (61,1%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara religiusitas dan tingkat depresi (p=0,000) dengan koefisien korelasi (r=-0,705), yang menunjukkan hubungan negatif kuat. Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dan tingkat depresi pada remaja Muslim di SMA Muhammadiyah Purwodadi.
Copyrights © 2026