Dalam industri perikanan, kecelakaan kerja terus menjadi masalah utama, khususnya bagi nelayan yang menghadapi bahaya signifikan saat bekerja di laut. Salah satu strategi untuk menyusutkan kecelakaan kerja adalah dengan menggunakan alat pelindung diri (APD). Tetapi, nelayan masih belum menggunakan APD secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana penggunaan APD oleh nelayan Kecamatan Gresik memengaruhi kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional, analitis, dan observasional. Sampel sebanyak 251 nelayan dipilih secara acak dari populasi penelitian, yang terdiri dari seluruh 681 nelayan di Kecamatan Gresik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi lapangan dan kuesioner. Uji regresi logistik univariat dan bivariat sederhana digunakan untuk menganalisis data. Menurut uji tersebut, 72,1% nelayan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tepat. Luka tusuk atau sayatan akibat alat tangkap ikan (26,5%), jatuh atau tergelincir di perahu (22,5%), dan cedera akibat mesin perahu (22,1%) merupakan cedera kerja yang paling sering terjadi di kalangan nelayan. Penggunaan APD dan frekuensi kecelakaan kerja berkorelasi signifikan, menurut hasil analisis regresi logistik sederhana, yang menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Menurut nilai odds ratio (OR) sebesar 0,291, nelayan yang enggan memakai alat pelindung diri dengan benar memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan kerja disamakan dengan nelayan yang menggunakannya dengan benar.
Copyrights © 2026