Kehamilan trimester III merupakan periode yang rentan terhadap terjadinya kecemasan akibat perubahan fisik dan psikologis serta semakin dekatnya waktu persalinan. Kecemasan yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun janin. Salah satu upaya non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah aromaterapi chamomile. Penelitiani ini bertujuan untuk menganalisis efek aromaterapi chamomile terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. Penelitiani ni menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 April sampai 10 Mei 2026 di Puskesmas Arjuno Kota Malang. Populasi penelitian adalah seluruhi bu hamil trimester III yang melakukan kunjungan antenatal care selama periode penelitian. Sampel berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen adalah aromaterapi chamomile, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisisidata dilakukan menggunakaniUjiiWilcoxoniSigned Rank Test denganitingkatisignifikansi α = 0,05. Sebelum diberikan aromaterapi chamomile, sebagianibesariresponden mengalami kecemasan berat dan sebagian lainnya mengalami kecemasan sedang. Setelah pemberian aromaterapi chamomile, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan, sebagian mengalami kecemasan sedang, dan beberapa tidak mengalami kecemasan. HasiliUji Wlcoxon Signed Rank Testimenunjukkaninilai p-value < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi chamomile. Aromaterapi chamomile berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III sehingga dapat digunakan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam membantu meningkatkan kenyamanan psikologis ibu hamil menjelang persalinan.
Copyrights © 2026