Developmental Dysplasia of the Hip (DDH) merupakan kelainan perkembangan pada hip joint yang dapat menyebabkan ketidakstabilan hingga dislokasi pada kepala femur, dengan insiden global berkisar antara 1,4 hingga 20 per 1000 kelahiran hidup. Deteksi dini dan penanganan konservatif menggunakan alat ortosis, khususnya pavlik harness, terbukti efektif terutama pada bayi usia di bawah 6 bulan yang memiliki acetabulum dan kepala femur yang masih dalam kondisi reducible. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keadaan pengetahuan terkini tentang efektivitas pavlik harness terhadap keberhasilan reduksi pada DDH. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan retrospektif yang menganalisis lima artikel jurnal internasional yang diperoleh dari database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan kerangka PICO. Data yang dikaji meliputi keberhasilan reduksi DDH berdasarkan hasil radiologis dan stabilitas klinis. Dari lima jurnal yang dianalisis, seluruh penelitian menyatakan bahwa penggunaan pavlik harness efektif dalam mencapai keberhasilan reduksi pada DDH, khususnya pada bayi dengan klasifikasi Graf tipe IIa hingga III. Keberhasilan ditunjukkan melalui peningkatan sudut alfa ≥ 60°, penurunan indeks asetabular ≤ 30°, dan tidak adanya komplikasi klinis. Faktor yang memengaruhi efektivitas terapi meliputi usia saat memulai terapi, tingkat keparahan DDH berdasarkan klasifikasi Graf, dan pemantauan radiologis secara berkala. Pavlik harness merupakan pilihan terapi konservatif yang efektif dalam mencapai reduksi pada DDH bila digunakan sesuai indikasi, terutama pada bayi dengan diagnosis dini dan pemantauan yang tepat. Pemahaman mengenai prediktor radiologis dan klinis dapat meningkatkan keberhasilan terapi serta mencegah komplikasi jangka panjang.
Copyrights © 2026