Penjadwalan shift perawat merupakan bagian penting dalam manajemen keperawatan untuk menjamin kontinuitas pelayanan selama 24 jam. Sistem penjadwalan yang tidak optimal dapat menyebabkan ketidakseimbangan beban kerja, double shift, perubahan jadwal mendadak, serta berpotensi menurunkan kualitas pelayanan keperawatan. Kondisi tersebut juga ditemukan di Bangsal Anak RS X, sehingga perlu dilakukan identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan hambatan dalam penjadwalan dan penugasan shift perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hambatan penjadwalan shift perawat di Bangsal Anak RS X. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan analisis fishbone. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2025 dengan sampel kepala ruangan Bangsal Anak RS X melalui wawancara dan observasi langsung. Data dianalisis menggunakan pendekatan 5M+1E yang meliputi man, method, material, measurement, management, dan environment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan penjadwalan dipengaruhi oleh perawat yang cuti dan resign, keterbatasan jumlah Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA), adanya double shift, sistem penjadwalan yang masih manual, keterbatasan sarana pendukung, evaluasi beban kerja yang belum optimal, distribusi staf yang belum merata, serta tingginya BOR sebesar 86–95%. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan memengaruhi efektivitas pengaturan tenaga perawat di ruangan. Simpulan penelitian ini adalah hambatan penjadwalan shift perawat dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia, metode kerja, sarana, pengukuran, manajemen, dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi sistem penjadwalan dan pengembangan sistem digital untuk mendukung distribusi tenaga perawat yang lebih efektif dan merata.
Copyrights © 2026