Body Dysmorphic Disorder (BDD) merupakan gangguan mental serius yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan terhadap penampilan fisik, meskipun kekurangan tersebut tidak nyata atau sangat minimal. Mahasiswi dewasa awal, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi, rentan terhadap BDD karena faktor sosial, psikologis, dan budaya, termasuk citra tubuh dan self-esteem yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan self-esteem dengan kecenderungan BDD pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi dewasa awal di Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala Likert untuk mengukur citra tubuh, self-esteem , dan kecenderungan BDD. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi memiliki citra tubuh sedang hingga rendah dan tingkat self-esteem yang sedang. Ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan kecenderungan BDD (p < 0,05) dan antara self-esteem dengan kecenderungan BDD (p < 0,05). Selain itu, citra tubuh dan self-esteem secara simultan berkontribusi signifikan terhadap kecenderungan BDD. Citra tubuh yang negatif dan self-esteem yang rendah berhubungan dengan meningkatnya kecenderungan Body Dysmorphic Disorder. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan dan tenaga kesehatan untuk memberikan intervensi berupa edukasi dan promosi kesehatan mental dalam upaya meningkatkan citra tubuh positif dan self-esteem pada mahasiswi.
Copyrights © 2026