Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026

DENGUE WITH WARNING SIGN IN PREGNANCY : A CASE REPORT

Cindra Indah Salsabila (General Practitioner, West Nusa Tenggara Provincial Regional General Hospital, University of Mataram, Mataram, Indonesia)
Agus Rusdhy Hariawan Hamid (Fetomaternal Division, Department of Obstetrics and Gynecology, West Nusa Tenggara Provincial General Hospital, University of Mataram, Mataram, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Infeksi dengue pada kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal dan neonatal. Meskipun demikian, laporan kasus dari Indonesia yang mendokumentasikan secara komprehensif perjalanan klinis, interpretasi serologi, serta evaluasi transmisi vertikal pada infeksi dengue sekunder di kehamilan lanjut masih terbatas. Laporan kasus ini bertujuan untuk menyajikan tatalaksana dan luaran maternal serta neonatal pada kasus dengue dengan tanda peringatan yang disertai perdarahan antepartum berulang pada kehamilan trimester ketiga. Studi ini melaporkan kasus seorang wanita berusia 31 tahun, G3P1A1, usia kehamilan 35 minggu 1 hari, dirujuk dengan dengue disertai tanda peringatan (warning sign), perdarahan antepartum berulang, dan riwayat seksio sesarea (SC) satu kali. Keunikan kasus ini terletak pada koeksistensi infeksi dengue sekunder dengan perdarahan antepartum berulang pada trimester ketiga yang memerlukan keputusan obstetri kompleks. Pemeriksaan serologi menunjukkan NS1 positif dan IgG positif dengan IgM negatif, yang mengindikasikan infeksi sekunder. SC dilakukan atas indikasi perdarahan berulang dan riwayat SC sebelumnya. Bayi lahir prematur dengan berat badan 2980 gram disertai asfiksia berat. Serologi neonatal menunjukkan IgG positif dan IgM negatif tanpa manifestasi klinis dengue. Infeksi dengue sekunder pada kehamilan meningkatkan risiko komplikasi melalui mekanisme antibody-dependent enhancement. Hasil IgG positif pada neonatus tanpa disertai IgM positif dan gejala klinis dengue menunjukkan adanya transfer antibodi maternal secara transplasental, bukan infeksi aktif. Kasus ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam tatalaksana dengue pada kehamilan, khususnya ketika disertai faktor penyulit obstetri. Interpretasi serologi yang cermat diperlukan untuk membedakan transfer antibodi maternal dari infeksi neonatal aktif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...