Masa remaja merupakan periode perkembangan yang rentan terhadap masalah psikososial akibat perubahan biologis, psikologis, sosial, serta meningkatnya tuntutan akademik. Dalam konteks sekolah, stres, aktivitas fisik, perilaku penggunaan smartphone, dan persepsi akademik dapat berperan dalam membentuk kondisi kesehatan mental remaja. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan profil kerentanan psikososial remaja sekolah menengah berdasarkan stres, aktivitas fisik, perilaku penggunaan smartphone, persepsi akademik, jenis kelamin, dan status gizi. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang pada 53 siswa sekolah menengah usia 16–18 tahun. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup karakteristik responden, persepsi stres, persepsi akademik, aktivitas fisik, perilaku penggunaan smartphone, serta data antropometri untuk penghitungan indeks massa tubuh. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji beda dan uji korelasi. Rerata skor stres responden adalah 7,55 ± 1,76, rerata persepsi akademik 95,40 ± 10,26, rerata perilaku smartphone 32,00 ± 6,39, rerata aktivitas fisik 7063,67 MET-menit/minggu, dan rerata durasi duduk 297,75 menit/hari. Aktivitas fisik menunjukkan korelasi negatif bermakna dengan stres (r = –0,28; p = 0,041). Perempuan memiliki rerata stres lebih tinggi dibandingkan laki-laki, meskipun tidak bermakna secara statistik. Kerentanan psikososial remaja sekolah merupakan fenomena multidimensional yang berkaitan dengan faktor psikologis, perilaku, biologis, dan sosial. Aktivitas fisik tampak berperan sebagai faktor protektif terhadap stres sehingga diperlukan penguatan program kesehatan mental berbasis sekolah melalui promosi aktivitas fisik, literasi digital sehat, dan dukungan akademik.
Copyrights © 2026