Di Indonesia persentase keterlibatan remaja berumur di bawah 17 tahun mencapai angka 15%, sedangkan kelompok usia 17-25 tahun menyumbang hingga 25% dari keseluruhan kasus kecelakaan. Faktor psikososial khususnya rendahnya (self-efficacy) dan (perceived susceptibility), berkontribusi terhadap perilaku berkendara beresiko pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi berkendara aman (safety riding) berbasis Health Belief Model (HBM) dalam meningkatkan self-efficacy dan perceived susceptibility remaja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test and post-test. Kegiatan intervensi dilaksanakan pada 11 Mei 2026 di SMK Islam Ruhama, dengan melibatkan sampel sebanyak 50 siswa kelas X melalui teknik purposive sampling. Data Dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada variabel perceived susceptibility dengan nilai Z = -3,477; p < 0,001, di mana 34 siswa mengalami kenaikan skor peringkat positif (positive ranks). Pada variabel self-efficacy, ditemukan peningkatan signifikan dengan nilai Z = -3,030; p = 0,002, dengan 24 siswa mengalami kenaikan skor. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa intervensi edukasi melalui metode penyuluhan interaktif dengan media visual terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan perceived susceptibility serta self-efficacy siswa ke arah yang positif guna mendukung pembentukan budaya berkendara yang aman (safety riding).
Copyrights © 2026